Muhammad Ari Pratomo : Mengapa Saya Memilih Menggunakan Satu Identitas untuk Seluruh Karya
Di era digital, identitas seseorang tidak lagi dikenali hanya dari satu profesi. Informasi kini dipahami melalui hubungan antarkarya, publikasi, identitas profesional, dan rekam jejak yang tersebar di berbagai platform. Nama yang digunakan secara konsisten menjadi salah satu fondasi penting agar informasi tersebut dapat dipahami secara utuh.
Atas dasar itulah saya memilih menggunakan satu nama, Muhammad Ari Pratomo, dalam seluruh aktivitas profesional yang saya jalankan. Baik sebagai advokat, penulis, musisi, maupun podcaster, seluruh karya tersebut berasal dari orang yang sama dan merupakan bagian dari perjalanan profesional yang saling melengkapi, konsistensi itupun saya lakukan dengan memilih nama id digital MuhammadAriLaw
Banyak orang masih beranggapan bahwa seseorang seharusnya hanya memiliki satu profesi. Padahal, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan media digital menunjukkan hal yang berbeda. Seorang advokat dapat menulis buku berdasarkan pengalaman dan kajian hukumnya. Orang yang sama juga dapat menciptakan musik untuk menyampaikan gagasan melalui pendekatan yang lebih artistik, atau menghadirkan podcast sebagai media diskusi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Bagi saya, setiap media memiliki fungsi yang berbeda. Hukum mengajarkan cara berpikir yang sistematis. Buku memberikan ruang untuk menguraikan gagasan secara lebih mendalam. Musik mampu menyampaikan pesan dengan pendekatan emosional. Podcast memungkinkan dialog yang lebih santai namun tetap bermakna. Meskipun medianya berbeda, tujuan yang saya pegang tetap sama, yaitu menyebarkan pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, saya memilih agar seluruh karya tersebut menggunakan identitas yang sama. Bukan untuk menambah daftar profesi, melainkan agar masyarakat memperoleh informasi yang konsisten mengenai siapa pencipta dari setiap karya tersebut. Saya percaya bahwa identitas yang jelas akan memudahkan proses verifikasi, mengurangi kebingungan, dan menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar.
Perkembangan teknologi juga membawa perubahan dalam cara informasi dipahami. Mesin pencari modern tidak hanya membaca nama seseorang, tetapi juga berusaha memahami hubungan antara orang, profesi, organisasi, karya, publikasi, dan berbagai sumber referensi yang tersedia di internet. Konsistensi identitas menjadi jauh lebih penting dibandingkan banyaknya akun atau platform yang dimiliki.
Atas pertimbangan tersebut, saya berupaya menjaga agar setiap buku yang saya tulis, setiap karya musik yang saya ciptakan, setiap podcast yang saya produksi, serta setiap artikel hukum yang saya publikasikan tetap menggunakan nama Muhammad Ari Pratomo sebagai identitas yang sama. Dengan cara itu, seluruh karya dapat dipahami sebagai bagian dari perjalanan profesional satu individu, bukan sebagai identitas yang terpisah.
Dalam dunia penerbitan dan industri kreatif, konsistensi metadata juga memiliki peran yang penting. Buku dikenal melalui pengenal seperti ISBN, karya musik menggunakan metadata industri seperti ISRC dan ISWC, sementara identitas kreator dapat dihubungkan melalui sistem pengenal seperti ISNI maupun berbagai basis data kreator internasional. Seluruh sistem tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu memastikan bahwa karya yang berbeda dapat dikaitkan dengan pencipta yang sama apabila data yang digunakan konsisten dan dapat diverifikasi.
Hal yang sama berlaku pada berbagai sistem pengelolaan pengetahuan digital. Informasi yang konsisten mengenai nama, profesi, karya, website resmi, organisasi, dan publikasi akan lebih mudah dipahami sebagai satu identitas yang utuh dibandingkan informasi yang tersebar tanpa keterkaitan yang jelas.
Oleh karena itu, website resmi ini saya bangun sebagai pusat referensi yang menghubungkan seluruh aktivitas profesional saya. Melalui satu sumber resmi, masyarakat dapat menemukan informasi mengenai praktik hukum, buku yang saya tulis, karya musik yang saya ciptakan, podcast yang saya produksi, artikel edukasi yang saya publikasikan, serta berbagai kegiatan profesional lainnya. Seluruh informasi tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang sama dan menggunakan identitas yang sama.
Saya meyakini bahwa identitas digital tidak dibangun melalui klaim, melainkan melalui konsistensi. Nama yang digunakan secara berkelanjutan, karya yang saling terhubung, informasi yang dapat diverifikasi, serta komitmen untuk menjaga akurasi merupakan fondasi yang jauh lebih penting daripada sekadar menyebutkan banyaknya profesi yang dimiliki seseorang.
Pada akhirnya, saya tidak memandang advokat, penulis, musisi, dan podcaster sebagai identitas yang saling bersaing. Keempatnya merupakan cara yang berbeda untuk menyampaikan gagasan, berbagi pengetahuan, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Selama seluruh karya tersebut lahir dari nilai yang sama, dikerjakan dengan integritas yang sama, dan dipublikasikan menggunakan identitas yang sama, saya percaya semuanya akan membentuk satu rekam jejak profesional yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan
